Polemik Kresna Life, Pemegang Polis Ngaku Kecewa OJK Tak Bisa Berbuat Apa-apa

Hukum  KAMIS, 27 AGUSTUS 2020 , 19:19:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Polemik Kresna Life, Pemegang Polis Ngaku Kecewa OJK Tak Bisa Berbuat Apa-apa

Inggard Joshua/Ist

Perasaan kecewa ribuan pemegang polis Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life) terhadap kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih berlanjut.

Pasalnya, hingga saat ini belum ada langkah konkret dari lembaga pengawas keuangan itu dalam membantu para nasabah Kresna Life yang menjadi korban gagal bayar.

"Saya adalah bagian dari ribuan pemegang polis korban gagal bayar Kresna Life. Saya kecewa sekali OJK sebagai lembaga negara yang bertugas mengawasi keuangan lembaga pembiyaaan, tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu kami yang merasa sudah ditipu," kata Inggard Joshua, salah satu pemegang polis Kresna Life, Kamis (27/8).

Dikatakan Inggard, pihaknya meyakini kalau OJK mengetahui secara detail dikemanakan dan digunakan untuk apa, dana polis oleh pihak Kresna Life.

Menurut Inggard, sangat tidak mungkin kalau OJK tidak mengetahui perputaran uang polis atau nasabah yang digunakan oleh perusahaan Kresna Life.

Karena semua lembaga pembiayaan termasuk asuransi tidak akan keluar izinya kalau OJK tidak diberitahu aliran dana yang nantinya akan dikelola oleh lembaga pembiyaan/asuransi.

"Kalau OJK menjalankan tugas dan fungsinya dengan benar, saya kira tidak ada tuh lembaga asuransi yang gagal bayar seperti. Ini kejadian gagal bayar karena memamg OJK tak menjalankan tugas dan fungsinya dengan benar," tegas Inggard

Inggard menuturkan, OJK telah diberikan berbagai kewenangan untuk melakukan pengawasan terhadap asuransi agar dapat dicegah sedini mungkin atas kerugian nasabah.

Namun kasus Kresna Life ini memberi tanda bahwa OJK belum dapat mengemban amanat yang diberikan.

"Ketika kasus Jiwasraya dan Kresna Life terjadi, terdapat pertanyaan besar, apa yang telah dilakukan OJK dan dimana tanggung jawabnya," tanya Inggard.

"Seharusnya OJK mengerti kasus Kresna Life adalah duplikasi kasus Asuransi Jiwasraya, maka perlu melakukan tindakan cepat yaitu untuk mengambil langkah yang dibenarkan secara hukum. Seperti melakukan pemeriksaan terhadap perusahaan Kresna Life. Serta dapat mengganti seluruh jajaran direksi dan komisaris bila perusahaan asuransi diperkirakan tidak mampu memenuhi kewajibannya pembayaran lunas dan kewajiban yang jatuh tempo," terang Inggard.

Tak hanya itu, Inggard pun mengatakan, OJK dapat mencabut izin usaha dan minta instansi yang berwenang untuk melakukan blokir terhadap seluruh aset perusahaan.

"Hanya dengan tindakan seperti itulah kerugian nasabah dapat diminimalisasi," pungkas Inggard.

Semetara itu, Dewan Komisaris/Direktur Eksekutif Pengawasan, Pasar Modal OJK, Hoesen mengaku, dalam kasus gagal bayar Kresna Life, pihak OJK sudah melakukan tindakan dengan membekukan perusahaan Kresna Life.

"Tidak hanya membekukan, kami dari pihak OJK sedang melakukan penyelidikan untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut terhadap direksi dan manajemen. Juga menyelamatkan dana para pemegang polis serta manfaat yang harus dibayarkan," kata Hoesen.[dod]

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Kopassus-Koopsus TNI Gelar Olahraga Bersama Di Makopassus Cijantung
Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00