Mardani: Dua Kali Pilpres Dengan Dua Paslon Musibah Bagi Demokrasi

Politik  MINGGU, 06 SEPTEMBER 2020 , 13:22:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mardani: Dua Kali Pilpres Dengan Dua Paslon Musibah Bagi Demokrasi

Ilustrasi/Net

Desakan untuk menghapus presidential threshold (PT) alias ambang batas pencalonan presiden terus berdatangan dari berbagai pihak.

Didampingi pakar hukum tata negara, DR Refly Harun, DR Rizal Ramli dan Ir Abdul Rachim melakukan judicial review (JR) tentang presidential threshold pemilihan presiden ke Mahkamah Konstitusi pada Jumat kemarin (5/9)

Menanggapi hal ini, anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera mengatakan yang dilakukan Rizal Ramli Cs merupakan haknya sebagai warga negara.

Ia berpendapat gugatan PT 0 persen dapat diterima sebab UUD memang tidak membatasi. Selain itu, demokrasi yang sehat jika kontestasi Pemilu bisa berjalan dengan baik.

"Dua kali pilpres dengan dua paslon musibah bagi demokrasi. Sistem presidential mensyaratkan tidak ada hambatan bagi majunya calon," ungkapnya saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (6/9).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan partainya saat ini juga tengah memperjuangkan agar presidential threshold diturunkan sehingga lebih banyak calon yang dapat maju mencalonkan diri dan maju kontestasi.

"PKS mengajukan maksimal 10 persen dan jika bisa 5 persen," pungkasnya.

Penerapan smbang batas ini dinilai hanya merusak iklim demokrasi dan merampas hak parpol untuk bisa dalam mengajukan calon presidennya.

PT 20 persen juga mengabaikan hak rakyat untuk bisa mendapatkan opsi calon pemimpin yang lebih banyak dan berkualitas.[dod]

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Kopassus-Koopsus TNI Gelar Olahraga Bersama Di Makopassus Cijantung
Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00