Kadishub Klaim Ganjil Genap Tak Ciptakan Penumpukan Penumpang

Megapolitan  MINGGU, 06 SEPTEMBER 2020 , 21:35:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kadishub Klaim Ganjil Genap Tak Ciptakan Penumpukan Penumpang

Ilustrasi/Net

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap melanjutkan kebijakan ganjil genap di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

Demikian yang disampaikan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (6/9).

"Evaluasi ganjil genap terus kami lakukan, tapi saya sudah sebutkan setiap hari kami evaluasi yang dilaporkan secara mingguan kepada Pak Gubernur selaku Ketua Gugus Tugas Provinsi, yang kemudian dari hasil evaluasi ini ganjil genap terus dilanjutkan," kata Syafrin.

Syafrin juga mengatakan persentase peningkatan penumpang angkutan umum imbas penerapan ganjil-genap di DKI Jakarta hanya berkisar 4 persen.

Menurutnya, angka ini masih jauh dari kapasitas penumpang yang tersedia di fasilitas publik tersebut.

"Bahwa memang berdasarkan data, terjadi peningkatan penggunaan angkutan umum, rata-rata terakhir satu bulan kemarin. Setelah kami dapatkan angkanya sekitar 4 persen. Perlu dipahami bahwa 4 persen angka peningkatan ini itu masih jauh dari kapasitas tersedia," jelasnya.

Dia mencontohkan pergerakan penumpang di angkutan umum seperti MRT. Dari kapasitas yang memuat 390 penumpang, dikatakan Syafrin, saat ini hanya 100 penumpang yang bisa diangkut selama penerapan ganjil-genap.

Penjelasan Syafrin tersebut, seolah membantah Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkap adanya peningkatan penumpang transportasi umum imbas kebijakan ganjil-genap di DKI Jakarta. Doni pun meminta kebijakan itu dievaluasi.

Didapatkan data bahwa setelah adanya kebijakan ganjil-genap untuk DKI terdapat peningkatan untuk transportasi kereta api sebesar 3,5 persen, dari rata-rata sekitar 400 ribu penumpang per hari," kata Doni dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR, Rabu (3/9).

Menurut Kepala BNPB ini, meski persentasenya kecil, peningkatan jumlah penumpang itu berpengaruh besar terhadap kerumunan di KRL yang berpotensi memunculkan penyebaran virus Corona.

Selain itu, Doni mengungkapkan ada peningkatan jumlah penumpang Transjakarta.[dod]

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00

Bangunan Ruko Di Cideng Ambruk

Bangunan Ruko Di Cideng Ambruk

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2020 , 17:03:00