Proaktif, Mabes TNI Turun Tangan Tutup Tambang Ilegal Yang Dilaporkan Kades Bulusari

Hukum  SENIN, 14 SEPTEMBER 2020 , 21:02:00 WIB | LAPORAN: AZAIRUS ADLU

Proaktif, Mabes TNI Turun Tangan Tutup Tambang Ilegal Yang Dilaporkan Kades Bulusari

Ilustrasi/Net

Pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) bergerak cepat terkait insiden pengadangan terhadap Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bangil, dan Kepala Desa Bulusari, Pasuruan, Jawa Timur di lokasi yang diduga sebagai tambang ilegal.

Mabes TNI mengirimkan tim sebagai tindak lanjut atas peristiwa tersebut. Alhasil, tambang ilegal itu kini sudah ditutup dan berhenti beroperasi.

Kepala Desa Bulusari, Siti Nurhayati menjelaskan, pasca pengadangan oleh oknum aparat saat peninjauan lokasi dalam perkara di pengadilan, dirinya membuat laporan ke pihak yang berwenang.

Lalu tim dari Mabes TNI turun ke Pasuruan untuk membahas perihal pengadangan yang diduga dilakukan oleh oknum aparat tersebut.

Hasilnya (laporan pengadangan) masih diproses. Senin kemarin (7/9/2020) di Pendopo, Selasa tinjau lokasi (TKD),” ujar Siti kepada wartawan, Senin (14/9).

Kini, akses jalan yang awalnya tidak bisa diakses, kini sudah bisa diakses masyarakat. Bahkan alat berat yang berada di lokasi tambang ilegal telah diangkut.

Galiannya sudah ditutup sendiri oleh pengusahanya. Tidak beroperasi sementara. Semua alat berat sudah diangkut, tinggal yang cat hijau (alat berat). Lahan sudah dipagar pemilik. Untuk akses TKD sudah aman,” jelas Siti.

Terkait dengan hal itu, LBH Ansor Jawa Timur meminta agar kejadian tersebut diusut hingga tuntas.  

"Informasi dari masyarakat, pihak oknum aparat yang ada di situ menghalangi pihak pengadilan. Hakim sedang melakukan pemeriksaan setempat. Itu konteksnya sidang di lapangan, nah itu tidak boleh siapapun menghalangi. Harus diusut tuntas, itu pidana dan ada di KUHAP, Pasal 217," ujar Tim Advokasi LBH Ansor Jawa Timur Muhammad Jakfar Sodiq.

Hakim, lanjutnya, hadir di lokasi menindaklanjuti sengketa lahan TKD yang sudah melalui proses hukum. Dimana sebelumnya, masyarakat melaporkan terkait dengan penggunaan lahan TKD tersebut.

"Ini tentu jadi perhatian bersama, tindakan seperti itu, warga, kepala desa juga hadir. Tentu mereka protes dengan tindakan pihak-pihak yang menghalangi. Apalagi hakim, pidana itu. Ini sangat kita sayangkan. Apalagi itu aparat," Jelas Jakfar.

Ia pun berharap agar tambang ilegal itu segera ditutup dan oknum aparat keamanan yang terlibat ditindak tegas. []

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Balkoters Berkurban

Balkoters Berkurban

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 , 11:16:00

Danjen Kopassus Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104