Dukung Rem Darurat Anies, Hasnaeni: Nyawa Warga Lebih Penting Dari Ekonomi

Politik  RABU, 16 SEPTEMBER 2020 , 06:02:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dukung Rem Darurat Anies, Hasnaeni: Nyawa Warga Lebih Penting Dari Ekonomi

Hasnaeni/Ist

Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menarik rem darurat dengan kembali memperketat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga didukung Ketua Umum Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas), Hasnaeni

"Menarik rem darurat harus dilakukan karena terus melonjaknya jumlah kasus Covid-19 dan dampak kematiannya di Jakarta," kata Hasnaeni melalui keterangan tertulisnya, Rabu (16/9).

Hasnaeni mengaku khawatir apabila tidak segera diberlakukan PSBB dengan pengetatan, maka penderita virus mematikan asal Wuhan tersebut makin tidak terkendali.

"Langkah Pak Anies merupakan kebijakan yang sangat baik," ujar politisi yang dikenal dengan sebutan "Wanita Emas" ini.

Menurut Hasnaeni, PSBB ketat juga diperlukan untuk menekan angka risiko kematian akibat wabah virus corona.

"Ingat, keselamatan nyawa, wajib diutamakan dibanding apapun. Nyawa tak bisa dibeli. Sementara uang itu bisa dicari," ungkap Hasnaeni.

Disisi lain, Hasnaeni turut mendukung penerapan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah yang juga diberlakukan Anies. Langkah tersebut dipandang sebagai salah satu cara meminimalisir penyebaran Covid-19.

"Orang boleh berkantor di rumah. Jadi inilah masukan buat pemerintah pusat, diizinkan orang berkantor dari rumah. Karena ini bencana dunia, bukan Indonesia saja. Jadi ini force majeur," kata Hasnaeni menegaskan.

Seiring dengan itu, Hasnaeni berharap agar pemerintah membantu para pengusaha yang mematuhi kebijakan WFH. Yakni dengan membuat kebijakan subsidi atau pengurangan tagihan sewa kantor.

"Saat PSBB total dipatuhi melalui WFH, seharusnya biaya sewa menjadi lebih murah," cetus Hasnaeni.

"Karena bencana ini sangat dirasakan para pengusaha, termasuk saya. Kita tidak berkantor tapi disuruh bayar full. Kita sebenarnya maklum karena mereka tidak memiliki pendapatan lain, karena itu kita ditekan. Jadi ini simalakama," pungkas Hasnaeni.[dod]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Balkoters Berkurban

Balkoters Berkurban

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 , 11:16:00

Danjen Kopassus Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104