Bansos Sembako Rawan Penyelewengan, Riano: Ganti BLT Saja

Politik  RABU, 16 SEPTEMBER 2020 , 11:28:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Bansos Sembako Rawan Penyelewengan, Riano: Ganti BLT Saja

Riano P Ahmad/Ist

Usulan mengubah skema bantuan sosial (Bansos) berbentuk paket sembako menjadi bantuan langsung tunai (BLT) makin kencang disuarakan para politisi di Kebon Sirih.

Teranyar disampaikan Anggota Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta Riano P Ahmad kepada wartawan di Jakarta, Rabu (16/9).

Riano mengungkapkan, sejauh ini Bansos sembako selain tidak berjalan efektif dan rawan penyelewengan juga tidak berdampak pada geliat ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Di Jalarta, tercatat ada 2,4 juta keluarga yang menerima Bansos sembako. selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Riano juga mengkritisi penyaluran program bantuan yang dimotori pemerintah pusat dan Pemprov DKI masih ditemukan banyak masalah. Diantaranya, Bansos sembako tidak tersalurkan merata ke masyarakat.

Hal ini terlihat dari adanya 1.074 total aduan yang diterima Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait persoalan penyaluran bantuan sosial (bansos) yang disampaikan melalui aplikasi JAGA Bansos.

Riano menjelaskan, berdasarkan catatan KPK, sampai 4 September ada 1.074 keluhan terkait bansos, dan paling tinggi dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Karena itu, Riano mendorong pemerintah pusat sebaiknya mempertimbangkan dana yang dialokasikan melalui Bansos diubah menjadi BLT.

Sedangkan untuk program Bansos sembako cukup diserahkan kepada Pemprov DKI.

Selanjutnya, menurut Riano, soal proses penyaluran bantuan BLT bisa dilaksanakan melalui bank milik pemerintah. 

Saya kira, di Jakarta untuk Bansos sembako sudah tercukupi dari Banpres (Bantuan Presiden) dan Pemprov DKI, bahkan dari pihak swasta juga ada,” kata Riano.

Riano menegaskan, bantuan skema BLT pusat kepada warga Jakarta akan membantu aktivitas geliat perekonomian di masyarakat tetap terjaga.

Jadi, pemerintah bisa menggunakan BLT untuk mendorong daya beli masyarakat. Contohnya, di warung-warung kecil di perkampungan Jakarta akan tetap hidup,” ungkap Riano.

Dengan begitu, Riano menilai, peningkatan pengeluaran dari rumah tangga perlahan juga bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi warga.

Masyarakat di bawah bisa tumbuh perekonomiannya. Jadi, BLT akan lebih terasa dampak antar sektornya,” terang mantan Ketua Komisi A DPRD DKI periode 2014-2019 itu.

Sebagai catatan, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan konsumsi rumah tangga menopang 58,14 persen dari perekonomian domestik pada kuartal I lalu.

Selain itu, tambah Riano, jika Bansos diubah menjadi BLT maka masyarakat akan lebih leluasa menggunakan bantuan tersebut sesuai kebutuhan.

Kendati demikian, Riano juga tak menutup mata bahwa potensi penggunaan dana BLT tidak sesuai kebutuhan warga sebagaimana mestinya.

Namun, dia menyebut, kecenderungan masyarakat memegang uang untuk tabungan dan menurunkan konsumsi di tengah pandemi relatif kecil.

Riano memperkirakan hanya 10 persen dari perkiraan total penerima BLT yang melakukan hal tersebut.

Golongan miskin dan rentan miskin pasti akan langsung dibelanjakan untuk kebutuhan sehari-hari. Karena dampak PSBB mereka kan kehilangan pendapatan, bagaimana mau menabung,” tutup Riano.[dod]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Balkoters Berkurban

Balkoters Berkurban

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 , 11:16:00

Danjen Kopassus Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104