Tambang Ilegal Yang Ditutup Kades Dan TNI Tinggalkan Galian 100 Meter, Lingkungan Terlanjur Rusak

Politik  JUM'AT, 18 SEPTEMBER 2020 , 23:18:00 WIB | LAPORAN: AZAIRUS ADLU

Tambang Ilegal Yang Ditutup Kades Dan TNI Tinggalkan Galian 100 Meter, Lingkungan Terlanjur Rusak

Tambang Ilegal di Pasuruan, Jawa Timur/Net

Penambangan ilegal pasir dan batu (sirtu atau galian c) di Desa Bulusari, Kabupaten Pasuruan telah berhenti beroperasi pasca Mabes Tentara Nasional Indonesia (TNI), turun tangan atas laporan Kepada Desa setempat yang resah tambang tersebut dibekingin oknum militer nakal.

Namun, meski tambang ilegal itu telah berhenti beroperasi, dampak kerusakan yang ditimbulkan sangat parah. Tambang itu menyisakan galian tanah sedalam 100 meter. Mirisnya, tidak ada batas pengamanan di sekitar area tambang ilegal itu.

Kerusakan lingkungan itu diketahui saat tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan turun ke lokasi tambang ilegal itu, Kamis (17/9).

"Dari DLH tadi melihat lokasi galian C yang di atas. Yang turun dari DLH Pasuruan dan kementerian. Tim melihat terkait kerusakan alam yang menyangkut ekosistem di situ," kata Kepala Desa Bulusari Siti Nurhayati kepada wartawan, Jumat (18/9).

Siti berujar, saat peninjauan lokasi itu ada sekitar 50 orang yang turun ke lokasi tambang ilegal yang terdiri atas dari bagian lingkungan hidup serta pengawalan dari TNI dan kepolisian. 

Dia menjelaskan, bahwa untuk menindaklanjuti proses hukumnya, tim dari Bareskrim dikabarkan bakal turun tangan dalam waktu dekat. Sedangkan terkait kondisi di lokasi tambang ilegal itu. Saat ini sudak tidak ada lagi aktivitas penambangan.

"Alat berat sudah diangkut semuanya. Sudah tidak ada, sudah tidak ada aktivitas lagi. Sudah kosong semuanya," tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, LBH Ansor Jawa Timur melalui Tim Advokasi yang sebelumnya dari awal telah mengadvokasi dan membuat laporan terkait tambang ilegal itu menerangkan bahwa terkait aktivitas penambangan ilegal itu telah diproses hukum.

Tim LBH Ansor Jawa Timur, Muhammad Jakfar Sodiq mengatakan, saat ini sudah ada proses penindakan melalui Polres Pasuruan. 

"Bahkan informasinya sudah naik ke tahap penyidikan. Artinya paling tidak sudah ada tersangkanya di sana. Tapi belum disampaikan siapa tersangkanya," ujar Jafkar.

Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk mendorong dan mengawal proses kasus itu ke Polda Jatim untuk kemudian mengambil alih dan secara resmi menutup penambangan ilegal itu. 

"Dari pihak kabupaten tidak memberikan izin baik penambangan atau perumahan itu. Kita harus dorong proses hukumnya," pungkasnya. []

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Kopassus-Koopsus TNI Gelar Olahraga Bersama Di Makopassus Cijantung
Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00