Kasus Pembunuhan Dan Mutilasi

Terungkap, Laeli Atik Dosen Kampus Terkenal Dan Fajri Tukang Ojek

Hukum  SABTU, 19 SEPTEMBER 2020 , 07:56:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Terungkap, Laeli Atik Dosen Kampus Terkenal Dan Fajri Tukang Ojek

Rekonstruksi pembunuhan Rinaldy Harley Wismanu/Net

Penyidik Kepolisian Daerah Metro Jaya merampungkan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Rinaldy Harley Wismanu (32) pada Jumat kemarin (18/9).

Pelaku mutilasi tersebut merupakan sepasang kekasih yang bernama Laeli Atik Supriyatin alias LAS dan Djlulmaldi Al Fajri alias (DAF).

Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, pihaknya menemukan temuan baru dari hasil rekonstruksi tersebut. Tersangka LAS pernah mengajar di kampus ternama.

"Temuan dari tersangka LAS ini adalah seorang sarjana dari universitas terkemuka dan kelulusan sarjana MIPA,” kata AKBP Jean Calvijn.

Selain itu, LAS juga pernah bekerja di sebuah perusahaan besar, dan pernah juga mengajar di kampus. br />
AKBP Jean Calvijn menambahkan, LAS juga pernah ikut dalam Olimpiade Kimia, sedangkan DAF keseharianya merupakan seorang tukang ojek.

Tak hanya itu kedua pasangan ini terungkap melakukan hubungan gelap. LAS sendiri menjalin cinta dengan DAF yang merupakan statusnya sudah beristri.

Pasangan pembunuh tersebut diketahui menjalin hubungan melalui media sosial Twiter yang ditemukan salah satu netizen.

Setahun sebelum terjadinya peristiwa ini, keduanya diduga juga terlibat skandal.

LAS disebut sebagai pelakor. Seperti diunggah oleh akun Twitter @nezasy. Netizen itu mengunggah jepretan layar cuitan sebuah akun atas nama @bngn**”.

Akun tersebut diduga merupakan mantan istri dari Fajri.

Dalam cuitannya tersebut, sang mantan istri Fajri sudah merelakan suaminya untuk memilih pergi bersama LAS meninggalkan keluarganya.

Las. Aku udah tahu kamu sepenuhnya, Mbak. Jadi mulai sekarang aku diem. Diem gangguin kamu atau pacarmu. Aku lagi tunggu tanggal tayangnya aja #AkuMensJanganSentuhAkuYa,” tulis akun Bunga pada tahun 2019.

Motif Pembunuhan mutilasi ini pun dilatarbelakangi keinginan tersangka untuk menguasai harta korban karena korban dianggap memiliki kemampuan finansial mempuni.

37 Adegan

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan, dalam rekonstruksi ada 37 adegan di 13 lokasi terjadinya peristiwa.

Selain dibunuh, mayat korban juga disangka dimutilasi oleh Laeli Atik dan Djumadil Al Fajri menjadi 11 bagian dan disimpan kedua pelaku di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

Dari 13 lokasi terjadinya peristiwa, sebanyak 12 di antaranya dilakukan di Polda Metro Jaya, antara lain saat pelaku merencanakan pembunuhan di indekosnya yang berada di Depok, hingga proses menyimpan jenazah korban di apartemen dan usaha untuk menguburnya di kawasan Depok. Selain itu, para pelaku juga memeragakan penggunaan uang hasil merampok korban.

Satu lokasi terjadinya peristiwa lainnya adalah Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat. Di sana, para tersangka memeragakan cara membunuh hingga memutilasi korban menjadi 11 bagian.

Laeli dan Fajri ditangkap polisi karena disangka membunuh seorang karyawan swasta, Rinaldy Harley Wismanu.

Awalnya, korban mengenal Laeli dari sebuah aplikasi kencan online, yaitu Tinder. Setelah berkomunikasi daring, keduanya sepakat bertemu di apartemen itu.

Kedua tersangka sebelumnya telah menyewa apartemen selama 6 hari, dari 7 hingga 12 september 2020.

Saat Rinaldi dan Laeli masuk ke apartemen itu, tersangka Fajri sudah berada di dalam dan bersembunyi di kamar mandi. Seusai Rinaldi dan Laeli ngobrol dan berhubungan badan, Fajri memukul kepala korban sebanyak tiga kali menggunakan batu.

Dia juga menusuk Rinaldi 7 kali. Mutilasi dilakukan setelah kedua tersangka belanja golok dan gergaji. Mereka memotong korban menjadi 11 bagian dan disimpan dalam kantong kresek.

Setelah itu, potongan tubuh korban dimasukkan ke dalam koper dan ransel. Para tersangka memindahkan potongan tubuh korban ke Apartemen Kalibata City. Uang korban dalam rekening dikuras oleh kedua tersangka.

Keduanya ditangkap polisi di Perumahan Permata Cimanggis, Depok pada Rabu (16/9). Polisi melacak mereka setelah menggunakan uang hasil kejahatan itu untuk berbelanja emas, motor, dan menyewa rumah.

Polisi menyatakan mereka melakukan pembunuhan berencana dan jerat kedua tersangka dengan Pasal 340 dan Pasal 338 dan 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Keduanya terancam dihukum maksimal dengan pidana mati atau penjara seumur hidup.[dod]

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00

Bangunan Ruko Di Cideng Ambruk

Bangunan Ruko Di Cideng Ambruk

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2020 , 17:03:00