Pengamat: Pemakluman Eddy Soeparno Terhadap Korupsi Berbahaya

Politik  SABTU, 19 SEPTEMBER 2020 , 16:15:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pengamat: Pemakluman Eddy Soeparno Terhadap Korupsi Berbahaya

Eddy Soeparno/Net

Direktur Indonesia Government and Parliament Watch (IGPW) M Huda Prayoga menyoroti Sekretaris Jenderal PAN, Eddy Soeparno yang mengkritik sikap Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang membongkar permasalahan Pertamina ke publik.

Huda menilai kritik Eddy terhadap Ahok terkesan membiarkan dan mengganggap masalah Pertamina adalah problem yang biasa.

Padahal yang dilakukan Pak Ahok kan menyangkut upaya bersih-bersih Pertamina,” kata Huda di Jakarta, Sabtu (19/9)

Lebih lanjut Huda menyebut, Eddy juga kerap bersikap lunak dan terkesan membela kader-kader PAN yang tersangkut korupsi.

Di antaranya dua gubernur yaitu Zumi Zola (Jambi) dan Nur Alam (Sulawesi Tenggara) dan wakil ketua DPR Taufik Kurniawan,” ujar Huda.

Dalam kasus Zumi Zola, menurut Huda, Eddy menyebut bahwa penangkapan eks Gubernur Jambi itu bisa mengendorkan niat anak muda terjun ke politik.

Menurut Pak Eddy, Zumi Zola yang merupakan gubernur termuda berprestasi saat itu dianggap sebagai role model bagi anak muda untuk menjadi pemimpin,” ungkap Huda.

Demikian juga dalam kasus Nur Alam, terang Huda, Eddy menyebut Gubernur Sulawesi Tenggara itu sebagai salah satu kader terbaik PAN yang berhasil membangun Sulawesi Tenggara.

Huda menambahkan, dalam kasus OTT terhadap Walikota Kendari Adriatma Dwi Putra dan ayahnya yang juga calon gubernur Sulawesi Tenggara Arsun, keduanya kader PAN.

Pak Eddy justru menyalahkan mahalnya biaya politik di Indonesia dan meminta KPK lebih fokus kepada pencegahan dibandingkan dengan penindakan,” terang Huda.

Pak Eddy mengklaim penerapan zero tolerance atau tidak mentoleransi terhadap kasus korupsi, tetapi juga menekankan asas praduga tak bersalah terhadap kader-kader PAN yang tersangkut korupsi,” tambahnya.

Eddy Soeparno, lanjut Huda, juga menyatakan PAN siap memberikan bantuan hukum kepada kader-kadernya yang terkena musibah” jika diminta.

Hal serupa dilakukan pula dalam kasus penipuan visa haji yang melibatkan caleg PAN dan alumni 212, Ustadz Buchari Muslim.

Pak Eddy menyebut Buchari sebagai ulama yang memiliki rekam jejak baik dan meminta polisi tidak perlu melakukan penahanan,” beber Huda.

Huda sangat menyayangkan sikap dan pernyataan-pernyataan Eddy tersebut.

"Sikap pemakluman ini apakah bagian dari cara berpikir atau budaya biasa melihat korupsi? Karena kakaknya juga OTT KPK,” pungkas Huda. [dod]

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Kopassus-Koopsus TNI Gelar Olahraga Bersama Di Makopassus Cijantung
Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00