Laeli Atik Dan Djumadil Kuras Rekening Korbannya Hingga Rp 97 Juta

Hukum  SABTU, 19 SEPTEMBER 2020 , 20:42:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Laeli Atik Dan Djumadil Kuras Rekening Korbannya Hingga Rp 97 Juta

Sejoli pelaku mutilasi/Net

Laeli Atik dan Djumadil Al Fajri sudah merencanakan akan merampok dan membunuh seseorang yang dipancing melalui aplikasi kencan bernama Tinder.

Korban Rinaldy Harley Wismanu diketahui menjadi korban mutilasi pertama dan terakhir kedua sejoli tersebut.

"Di tanggal 5 September 2020 keduanya membuat perencanaan dan korbannya dipilih secara random (melalui aplikasi Tinder)," kata Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Jean Calvijn Simanjuntak kepada wartawan, Sabtu (19/9).

Sebelumnya, tersangka Laeli memang sudah pernah membuat akun di aplikasi Tinder sejak setahun lalu dan berkenalan dengan korban Rinaldy.

Namun, sejak beberapa bulan yang lalu Laeli sudah tak mengaktifkan akunnya itu lagi dan hilang kontak dengan Rinaldy.

Baru pada 5 September 2020 atas inisiatif Fajri, Laeli kembali mengaktifkan akunnya untuk mencari calon korban yang akan dirampok. Di saat itulah, Laeli dan Rinaldy kembali berkomunikasi.

"Jadi saat mengaktifkan aplikasi, langsung terhubung dengan punya korban dan janjian ketemu," ujar Calvijn. Melalui aplikasi

tersebut, Laeli memancing Rinaldy untuk datang ke kediamannya di Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat, untuk berkencan pada Rabu (9/9).

Saat korban setuju, Laeli dan Fajri segera menyusun skenario perampokan itu.

Dalam rencananya, Laeli dan Rinaldy akan berhubungan badan di dalam kamar. Selanjutnya Fajri, yang sudah bersembunyi di kamar mandi, akan keluar dan berpura-pura menggerebek mereka berdua dengan mengaku sebagai suami Laeli.

Mereka selanjutnya akan melakukan pemerasan dan berencana membunuhnya bila korban melawan.

Rencana itu kemudian terealisasi dengan mulus. Korban terpancing dan dianiaya pelaku hingga tewas sesuai skenario awal. Laeli dan Fajri juga berhasil menguras isi rekening Rinaldy dan menggondol Rp 97 juta.

"Faktanya, berhasilnya rencana mereka ini baru pertama kali. Sebelumnya, ini belum pernah mereka lakukan," kata Calvijn.

Tak cuma merampok dan membunuh, Laeli dan Fajri kemudian memutilasi tubuh Rinaldy menjadi 11 bagian dan diletakkan sementara di Apartemen Kalibata City.

Polisi menjerat kedua sejoli ini dengan Pasal 340 dan Pasal 338 dan 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Laeli dan Fajri terancam dihukum maksimal dengan pidana mati atau penjara seumur hidup.[dod]

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Kopassus-Koopsus TNI Gelar Olahraga Bersama Di Makopassus Cijantung
Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00