Proyek Bandara Datah Dawai Dibatalkan, Pemenang Tender Meradang

Politik  MINGGU, 20 SEPTEMBER 2020 , 17:53:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Proyek Bandara Datah Dawai Dibatalkan, Pemenang Tender Meradang

Bandara Datah Dawai/Net

PT Pilar Abadi Semesta selaku kontraktor pemenang proyek di Bandara Datah Dawai di Kalimantan Timur, meradang.

Gara-garanya proyek bernilai Rp 7,9 miliar yang tendernya dimenangkan PT Pilar Abadi Semesta pada April 2020, secara sepihak dibatalkan Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kantor Unit Penyelenggara Bandara Datah Dawai

Proyek tersebut adalah penataan dan perluasan Gedung Terminal Bandara Datah Dawai dengan nilai Rp 7,9 miliar.

Berdasarkan surat pemberitahuan dari Kemenhub, pembatalan pemenang tender Bandara Datah Dawai sesuai Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2020, Untuk melaksanaan kebijakan dan langkah-langkah yang diperlukan dalam rangka penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Merespon hal ini, Direktur Eksekutif Jokowi Watch Tigor Doris Sitorus menilai, pembatalan proyek yang dimenangkan PT Pilar Abadi Semesta sangat tidak adil dan diskriminatif.

"Sangat kental unsur subjektivitas. Buktinya masih banyak proyek Kemenhub yang didanai APBN tetap dilanjutkan, meski dalam kondisi pandemi," kata Tigor melalui keterangan tertulis, Minggu (20/9).

"Padahal perluasan Terminal Bandara Datah Dawai sangat diperlukan masyarakat setempat," sambungnya.

Tigor berpandangan Kantor Unit Penyelenggara Bandara Datah Dawai bekerja tidak profesional.

Buktinya, surat pemberitahuan pembatalan proyek yang diteken sejak 19 Mei 2020 baru diterima PT Pilar Abadi Semesta pada akhir Agustus 2020.

"Ini pola kerja seperti apa? Surat pemberitahuan baru terkirim setelah tiga bulan lebih," ungkap Tigor.

Kata Tigor, akibat pembatalan dua proyek tersebut, PT Pilar Abadi Semesta mengaku merugi puluhan juta rupiah.

"Uang tersebut dipakai biaya administrasi kelengkapan persyaratan tender atau lelang, belum termasuk biaya wira-wiri," ujar Tigor.

Bukan cuma itu, persiapan pengerjaan proyek dalam bentuk permodalan, peralatan dan sumber daya manusia menjadi berantakan.

Terakhir, Tigor mendesak agar para pejabat yang terkait dengan pembatalan proyek di Bandara Datah Dawai untuk dievaluasi.

"Kalau perlu dipecat saja. Ini jelas sangat merugikan perusahaan," pungkas Tigor.[dod]

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Kopassus-Koopsus TNI Gelar Olahraga Bersama Di Makopassus Cijantung
Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00