JPU Gagal Hadirkan Saksi Fakta, Sidang Vanessa Angel Ditunda

Seleb  SENIN, 21 SEPTEMBER 2020 , 17:33:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

JPU Gagal Hadirkan Saksi Fakta, Sidang Vanessa Angel Ditunda

Vanessa Angel/Net

Sidan kasus kepemilikan narkoba dengan terdakwa aktris Vanessa Angel di PN Jakarta Barat terpaksa ditunda. Gara-garanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) gagal menghadirkan dua saksi fakta sesuai rencana.

Karena hari ini saksi fakta belum bisa dihadirkan, maka majelis masih memberi kesempatan kepada Penuntut Umum untuk menghadirkan saksi fakta dua orang yang disebutkan tadi pada persidangan,” kata Hakim, Setyanto Hermawan, Senin (21/9).

Setyanto menyatakan sidang ditunda hingga Senin pekan depan (28/9), masih dengan agenda pemeriksaan saksi.

JPU Rumata Rosininta Sianya semestinya membawa dua saksi, yaitu Abdul Malik selaku mantan kuasa hukum Vanessa Angel dan dokter Maxwadi Maas selaku dokter yang meresepkan pil Xanax kepada Vanessa.

Jaksa Rumata menyampaikan permohonan Abdul untuk memberi kesaksian secara virtual karena yang bersangkutan sedang berada di Surabaya, juga untuk Maxwadi dikarenakan usia dokter tersebut yang sudah lanjut usia.

Selain saksi fakta, JPU juga membawa seorang saksi ahli yang sudah hadir dalam persidangan hari ini.

Majelis hakim menolak permohonan ini, menyatakan bahwa sidang virtual adalah hanya untuk tahanan agar tidak perlu keluar dari rumah tahanan berkaitan dengan protokol kesehatan semasa pandemi. MoUnya seperti itu, pedoman KUHAP tidak menyangkut mengenai saksi dan hanya untuk tahanan di lapas,” kata Setyanto.

Ia juga menolak memeriksa saksi ahli bawaan JPU. Karena menurutnya saksi ahli baru bisa diperiksa jika saksi fakta sudah memberikan keterangannya.

Kita masih perlu periksa saksi fakta terlebih dulu untuk mengetahui kebenaran materiilnya,” kata dia.

Vanessa Angel didakwa atas kepemilikan sebanyak 20 butir pil Xanax tanpa resep dokter sejak Maret 2020.

Berstatus tahanan kota, Vanessa dijerat Pasal 62 UU RI No. 5 tahun 1997 tentang Psikotropika, juncto Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 49 Tahun 2018 tentang Perubahan Penggolongan Psikotropika dalam Lampiran UU No 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.[dod]

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Kopassus-Koopsus TNI Gelar Olahraga Bersama Di Makopassus Cijantung
Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00