Digerebek Polisi, Klinik Aborsi Ilegal Ini Gugurkan Kandungan Sampai 10 Janin Per Hari

Hukum  RABU, 23 SEPTEMBER 2020 , 17:01:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Digerebek Polisi, Klinik Aborsi Ilegal Ini Gugurkan Kandungan Sampai 10 Janin Per Hari

Kombes Yusri Yunus/Net

Sejak dibuka pada 2017 silam, klinik aborsi ilegal di Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat telah menggugurkan sekitar 32.760 janin sejak 2017.

"Jumlah pasien rata-rata per hari antara 5 sampai 10 orang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat konferensi pers, Rabu (23/9).

Menurut Yusri, klinik ini buka setiap hari kecuali Minggu dan libur nasional. Biaya aborsi dipatok bervariasi antara Rp 2,5-5 juta, tergantung usia kandungan. Mereka disebut bisa meraup keuntungan Rp 10-15 juta per hari.

"Kalau perkiraan keuntungan dihitung dari bulan Maret tahun 2017, sekitar Rp 10 miliar," ujar Yusri.

Polisi menggerebek klinik aborsi tersebut pada Rabu (9/9). Petugas meringkus 10 tersangka di sana.

Mereka adalah LA, 52 tahun sebagai pemilik klinik; DK (30) dokter penindakan aborsi; NA (30) bagian registrasi pasien dan kasir; MM (38) melakukan USG; YA (51) membantu dokter melakukan tindakan aborsi; RA (52) penjaga pintu klinik; LL (50) membantu dokter di ruang tindakan aborsi; ED (28) cleaning service dan jemput pasien; SM (62) melayani pasien; dan terakhir RS (25) sebagai pasien aborsi di klinik itu.

Menurut Yusri, keuntungan terbesar dari bisnis ilegal ini diberikan kepada dokter yang menjalankan aborsi.

Kata Yusri, dokter menerima 40 persen dari keuntungan. Sementara karyawan lainnya diberikan upah masing-masing Rp 250 ribu per hari oleh pemilik klinik.

"Klinik tersebut juga memiliki calo dengan pembagian keuntungan 50:50 setiap pembayaran dari pasien yang dibawa oleh calo," kata Yusri.

Menurut Yusri, para pelaku melakukan kegiatan aborsi dengan tidak memiliki keahlian atau disiplin ilmu bidang kedokteran spesialis kandungan dan melahirkan.

Klinik ini juga disebut tak memiliki izin praktek kedokteran serta kegiatan kesehatan lainnya.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 346 dan atau Pasal 348 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan atau Pasal 194 juncto Pasal 75 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.[dod]

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Kopassus-Koopsus TNI Gelar Olahraga Bersama Di Makopassus Cijantung
Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00