Kasus Aktif Covid-19 Di Jakarta Melambat Hingga 12 Persen

Megapolitan  SABTU, 26 SEPTEMBER 2020 , 13:41:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kasus Aktif Covid-19 Di Jakarta Melambat Hingga 12 Persen

Anies Baswedan di TPU Pondok Ranggon/Net

Sejak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberlakukan PSBB pengetatan pada 14 September 2020, peningkatan kasus aktif Covid-19 di Jakarta melambat dari 49 persen menjadi 12 persen.

Demikian dikutip dari akun Instagram Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (26/9).

Namun demikian, pelandaian kasus aktif bukanlah tujuan akhir. Kita masih harus bekerja bersama memutus rantai penularan.

Ayo, ikut #jagajakarta selama periode pengetatan PSBB. Pemerintah tingkatkan 3T (Testing, Tracing, Treatment), warga terapkan 3M (Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan). Jangan lupa juga untuk tetap #dirumahaja jika tidak ada keperluan mendesak.

Sebelumnya, Anies Baswedan mengatakan, kasus positif dan kasus aktif di Jakarta melandai seiring dengan berkurangnya mobilitas warga saat dilakukan pengetatan PSBB.

Anies menjelaskan, 12 hari pertama September, penambahan kasus aktif sebanyak 49 persen atau 3.864 kasus. Namun, dalam 12 hari berikutnya, penambahan kasus aktif berkurang menjadi 12 persen atau 1.453 kasus. 

"Pelandaian grafik kasus aktif bukanlah tujuan akhir. Kita masih harus terus bekerja bersama untuk memutus mata rantai penularan," kata Anies dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9).

Berdasarkan Data Pemprov DKI Jakarta, pada 30 Agustus posisi kasus positif sebanyak 39.280 kasus, sedangkan 11 September jumlah kasus positif sebanyak 52.321.

Artinya, selama periode tersebut jumlah kasus meningkat 33 persen atau bertambah 13.041 kasus dalam periode tersebut.

Pasien yang dinyatakan sembuh dalam periode yang sama sebanyak 8.981 orang. Sedangkan, jumlah kasus meninggal akibat Covid di periode ini bertambah 196 orang.

Selama periode tersebut, jumlah kasus aktif di Jakarta bertambah 3.864 kasus atau meningkat 49 persen.

Angka-angka tersebut melandai di periode 12 hari setelahnya atau dari 12-23 September. Selama periode tersebut, jumlah kasus positif bertambah 14.184 kasus atau hanya sebesar 27 persen.

Di sisi lain, di periode tersebut jumlah pasien yang sembuh mengalami kenaikan cukup pesat. Tercatat, dari 12-23 September jumlah pasien yang sembuh mencapai 12.463 orang atau meningkat 32 persen.

Namun demikian, angka kematian di periode itu mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Berdasarkan data, selama 12-23 September, jumlah orang yang dinyatakan meninggal akibat Covid-19 di Jakarta mencapai 268 orang.

Untuk kasus aktif juga terlihat menurun. Selama periode tersebut tercatat hanya ada 1.453 kasus aktif di wilayah Jakarta.

Menurut Anies, jumlah kasus positif yang bertambah itu dikarenakan peningkatan jumlah tes. Untuk penambahan kasus aktif juga masih menjadi perhatian Pemprov DKI.

"Jumlah kasus aktif masih bertambah dan perlu menjadi perhatian terutama terkait kapasitas fasilitas kesehatan," ungkap Anies.[dod]

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Kopassus-Koopsus TNI Gelar Olahraga Bersama Di Makopassus Cijantung
Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00