Pengendara Motor Tewas Tertimpa Besi Proyek Tol, Dirjen Bina Marga Siap Beri Sanksi

Megapolitan  SENIN, 28 SEPTEMBER 2020 , 13:20:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pengendara Motor Tewas Tertimpa Besi Proyek Tol, Dirjen Bina Marga Siap Beri Sanksi

Pengendara motor tewas tertimpa besi/Ist

Proyek Jalan Tol Dalam Kota Sunter-Pulogebang memakan korban jiwa. Seorang pengendara sepeda motor, tewas mengenaskan tertimpa besi proyek saat sedang melintas.

Kejadian ini pun mendapat perhatian serius dari Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Hedy Rahadian. Ia berjanji akan memberikan sanksi tegas apabila dari data dan fakta yang dikumpulkan terbukti ada kelalaian.

"Kami sedang melakukan fact finding (mengumpulkan hasil fakta dan data) mengenai peristiwa itu (tertimpanya pengendara sepeda motor oleh besi proyek Tol Dalam Kota Sunter-Pulogebang). Kami pastikan akan dilakukan sanksi apabila ada kelalaian terhadap pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) mengenai safety," kata Hedy Rahadian, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (28/9).

Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto menilai, kejadian tertimpanya pengendara motor oleh besi proyek Tol Dalam Kota Sunter-Pulogebang, sebagai bentuk kelalaian dari pihak pengelola dan kontraktor proyek jalan tol, yang tidak memperhatikan keselamatan orang lain dalam melaksanakan pembangunan.

Seperti diketahui, proyek ini milik swasta murni dalam hal ini PT Jakarta Tollroad Development (JTD).

"Manajemen dan direksi yang membangun proyek Jalan Tol Dalam Kota Sunter-Pulogebang jangan lepas tangan dong. Harus bertanggung jawab karena telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa karena kelalaian mereka. Kami meminta Dirjen Bina Marga memberikan sanksi tegas kepada direksi selaku pihak yang paling bertanggungjawab, jangan hanya memberi sanksi pada pekerja di tingkat bawah saja," kata Sugiyanto.

Sugiyanto juga meminta aparat penegak hukum untuk turun tangan menyelidiki persoalan ini. Karena ini menyangkut nyawa manusia. Sehingga pihak direksi proyek tol bisa dikenai sanksi pidana. Jangan sampai ada pembiaran, karena bisa jadi hal yang sama akan terulang di kemudian hari.

"Ini tidak bisa dibiarkan. Harus diusut dan dicari pihak yang paling bertanggungjawab," kata Sugiyanto.

Seorang saksi mata mengatakan, sebuah besi jatuh dari atas proyek jalan tol dan menimpa seorang pengendara motor. Seketika, pengendara yang memakai rompi hijau tersebut tewas di tempat.

Kelalaian karena proyek Jalan tol ini bukan yang pertama kali terjadi, melainkan ini sudah yang ketiga kalinya. Pertama pipa Perusahaan Gas Negara (PGN) bocor di Cakung Timur, kedua pipa PGN bocor terkena mata bor di depan Pom Bensin Cakung Barat.

"Harusnya diberikan sanksi pidana bagi BUJT tolnya selaku pemilik proyek, bukan pegawai manajer ke bawah saja, tapi level direksi dimana berdasarkan UU PT, bahwa direksi bertanggungjawab penuh," Sugiyanto.

" Kementrian PU, dalam hal ini di wakili BPJT harus lebih ekstra melakukan pengawasan terhadap proyek tersebut, atau lebih tepatnya dicabut saja izinnya," sambungnya.

Beberapa waktu lalu, karena proyek tol yang sama membuat pipa gas Perusahaan Gas Negara (PGN) di Jl Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur mengalami kebocoran. Polisi menyebut kebocoran akibat pengeboran proyek di lokasi yang merupakan proyek tol.[dod]

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00

Bangunan Ruko Di Cideng Ambruk

Bangunan Ruko Di Cideng Ambruk

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2020 , 17:03:00