IPW Anggap Pas Polda Bubarkan KAMI Di Surabaya

Politik  SELASA, 29 SEPTEMBER 2020 , 19:52:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

IPW Anggap Pas Polda Bubarkan KAMI Di Surabaya

Deklarasi KAMI di Surabaya dibubarkan/Net

Batal menggelar acara di Gedung Juang 45 Surabaya, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) memindahkan acara di rumah Jabal Nur di Jalan Jambangan Surabaya, Senin siang (28/9).

Acara yang dihadiri mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo itu juga diserbu massa. Acara dibubarkan polisi saat Gatot sedang berpidato di atas podium.

Video pembubaran acara KAMI di Surabaya sempat beredar di grup WhatsApp wartawan.

Dalam video tersebut, seorang polisi berpakaian atasan putih mencoba menyela sambutan Gatot dengan naik ke atas podium.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai tindakan tegas Polda Jatim yang membubarkan acara KAMI di Surabaya, kemarin patut diapresiasi semua pihak.

"Langkah yang dilakukan aparat Polda Jatim itu adalah demi keamanan semua pihak dan demi kepentingan stabilitas Kamtibmas yang kondusif bagi kota Surabaya khususnya, dan Jawa Timur umumnya," kata Neta melalui keterangan tertulis, Selasa (29/9).

Neta berpandangan, dalam situasi seperti sekarang ini dimana krisis berkecamuk akibat virus Covid-19 yang tidak berkesudahan, konflik dapat dengan mudah terpicu. Sehingga sekecil apa pun potensi konflik harus dihindari.

Sebab itu sangat wajar aparatur Polda Jatim membubarkan acara KAMI.

" Tindakan tegas, cepat dan antisipatif Polda Jatim ini patut diacungi jempol. Jika Polda Jatim terlambat bertindak tentu dikhawatirkan ada masalah yang akan berbuntut pajang karena kelompok KAMI dan massa non KAMI sudah siap saling berhadap hadapan dan situasi kian panas," ungkap Neta.

Bercermin dari kasus ini, KAMI perlu mengevaluasi berbagai kegiatan dan manuver-manuver politiknya, terutama di daerah rawan konflik.

Bagaimana pun jika KAMI memaksakan diri dan terjadi bentrokan massa, kelompok KAMI juga yang akan rugi.

"Nama-nama besar dan tokoh tokoh terkenal di balik KAMI, apalagi turut hadir dalam acara yang diwarnai bentrokan itu tentu akan merugikan citra mereka. Bukan mustahil mereka akan dicibir publik dan dianggap tidak punya wibawa dan kharisma di masyarakat," ujar Neta. "Bagaimana pun kasus di Surabaya ini perlu menjadi warning buat KAMI agar lebih memperhitungkan situasi jika ingin menggelar kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa yang bisa menimbulkan konflik di masa pandemi Covid-19," sambungnya.[dod]

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Kopassus-Koopsus TNI Gelar Olahraga Bersama Di Makopassus Cijantung
Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00