Survei New Indonesia

Khawatir Klaster Baru Covid-19, Publik Tolak Pilkada Serentak

Politik  KAMIS, 01 OKTOBER 2020 , 08:16:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Khawatir Klaster Baru Covid-19, Publik Tolak Pilkada Serentak

Survei New Indonesia Research & Consulting/Ist

Di tengah masih tingginya penambahan kasus Covid-19, pemerintah dan DPR memutuskan untuk tetap melanjutkan penyelenggaraan Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020.

Tuntutan agar Pilkada ditunda disuarakan banyak kalangan. Termasuk dari ormas Islam terbesar Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Kerumunan massa dalam Pilkada berpotensi menciptakan klaster baru Covid-19 dan mengancam keselamatan rakyat.

Mayoritas publik sebanyak 80,5 persen menolak Pilkada karena dikhawatirkan menjadi klaster baru Covid-19,” kata Direktur Eksekutif New Indonesia Research & Consulting Andreas Nuryono melalui keterangan tertulis, Kamis (1/10).

Menurut Andreas, publik lebih menginginkan Pilkada ditunda hingga wabah Covid-19 bisa dikendalikan.

Sebagai catatan, pemerintah telah satu kali menunda Pilkada dari jadwal sebelumnya pada 9 September 2020, dengan alasan yang sama.

Hanya ada 12,6 persen responden yang setuju Pilkada tetap dilaksanakan sesuai jadwal, dan sisanya 6,9 persen tidak tahu/tidak menjawab.

Kata Andreas, kecilnya dukungan publik juga berpotensi menurunkan partisipasi pemilih atau meningkatkan golput.

Meskipun golput tidak berpengaruh terhadap perhitungan suara, tetapi besarnya penolakan publik terhadap pilkada di tengah wabah bisa menurunkan legitimasi terhadap kepala daerah terpilih,” ujar Andreas.

Pemerintah, DPR, dan KPU, Andreas menambahkan, sebaiknya menjadwal ulang Pilkada 2020 dan menerbitkan Perppu.

PKPU tentang protokol kesehatan dipandang tidak cukup efektif, sementara keselamatan rakyat harus dinomorsatukan,” pungkas Andreas.

Survei New Indonesia Research & Consulting dilakukan pada 15-25 September 2020, dengan sambungan telepon kepada 1.200 orang responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2019.

Sedangkan margin of error ±2,89 persen, tingkat kepercayaan 95 persen.[dod]

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00

Bangunan Ruko Di Cideng Ambruk

Bangunan Ruko Di Cideng Ambruk

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2020 , 17:03:00