Gubernur Anies Bolehkan Sekolah Tatap Muka, Dengan Syarat Sebagai Berikut

Megapolitan  MINGGU, 11 OKTOBER 2020 , 15:21:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Gubernur Anies Bolehkan Sekolah Tatap Muka, Dengan Syarat Sebagai Berikut

Anies Baswedan/Net

Setelah sekian lama dirumahkan akibat wabah Covid-19, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya kembali mengizinkan sekolah untuk melakukan sistem pembelajaran tatap muka.

Keputusan tersebut seiring dengan diberlakukannya kembali masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi selama dua pekan ke depan, mulai tanggal 12-25 Oktober 2020.

Kebijakan tertulis tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 101/2020, Pasal 9 Ayat 1, tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan Covid-19.

Meski kembali diizinkan melakukan tatap muka, Anies menegaskan protokol kesehatan wajib dijalankan oleh siswa dan juga guru.

Selalu menggunakan masker, melakukan cek suhu badan dan mencuci tangan pada siswa dan guru sebelum atau sesudah memasuki ruang kelas atau kantor.

"Melakukan pembatasan interaksi fisik dengan rentang jarak paling sedikit 1 (satu) meter antar peserta didik atau tenaga kependidikan," bunyi Pergub tersebut seperti yang dikutip Redaksi, Minggu (11/10).

Lalu melakukan sterilisasi dengan menyemprotkan cairan disinfektan pada lingkungan sekolah atau institusi pendidikan lainnya secara berkala.

Anies pun menegaskan akan memberikan sanksi kepada pihak sekolah atau siswa dan guru yang tidak melaksanakan protokol pencegahan Covid-19.

Untuk pengenaan sanksi administratif berupa teguran tertulis, dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan dapat didampingi oleh Perangkat Daerah terkait.

"Pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab sekolah dan institusi pendidikan lainnya yang tidak melaksanakan kewajiban perlindungan kesehatan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi administratif berupa teguran tertulis," bunyi Pergub tersebut.

Meski demikian, Pergub yang dikeluarkan Anies ini mengisyaratkan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk mengeluarkan keputusan tambahan agar pembelajaran tatap muka bisa kembali dijalankan di wilayah Jakarta.

"Ketentuan lebih lanjut mengenai protokol pencegahan Covid-19 di sekolah dan institusi pendidikan lainnya sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan," begitu bunyi Pasal 9, Ayat 2 Pergub tersebut. []

Catatan Redaksi:

Redaksi melakukan perubahan judul dan menambahkan isi berita pada artikel ini.
Hal ini karena Pergub nomor 101/2020 yang diteken Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak tegas dalam mengatur soal kebijakan pembelajaran tatap muka.

Pada Pergub 101/2020, tepatnya pada Pasal 9 Ayat 2 menyatakan, aturan soal pembelajaran tatap muka yang diatur pada Pasal 9 Ayat 1 dapat berlaku, bila ada keputusan tambahan yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Hal ini membuat Pergub tersebut bisa diartikan salah oleh publik, mengingat dua ayat dalam pasal tersebut bertentangan dampaknya pada kegiatan belajar-mengajar di Jakarta.



Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00

Bangunan Ruko Di Cideng Ambruk

Bangunan Ruko Di Cideng Ambruk

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2020 , 17:03:00