3 Tahun Anies Ngantor Di Balaikota, Ini 3 Catatan Jakarta Monitoring Network

Megapolitan  JUM'AT, 16 OKTOBER 2020 , 19:59:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

3 Tahun Anies Ngantor Di Balaikota, Ini 3 Catatan Jakarta Monitoring Network

Anies Baswedan/Ist

Hari ini, Jumat (16/10), tepat tiga tahun Anies Baswedan berkantor di Balaikota DKI Jakarta.

Direktur Eksekutif Jakarta Monitoring Network (JMN) Ahmad Sulhy menilai, selama Anies menjabat gubernur DKI telah membawa perubahan fundamental bagi ibukota.

"Jakarta kembali kondusif sejak dipimpin Pak Anies. Termasuk kehidupan beragama, berbudaya, berbangsa dan bernegara," kata Sulhy melalui keterangan tertulis, Jumat (16/10).

Sulhy berpandangan, meski Jakarta menjadi pusat berbagai aktivitas, baik lokal, nasional, regional, bahkan internasional di Indonesia, kondusifitas dan kamtibmas terus terpelihara dengan baik.

"Ini berkat sinergitas dan harmonisasi jajaran pimpinan di daerah, khususnya komunikasi yang dibangun Pak Gubernur Anies dan jajaran yang tidak segan-segan melibatkan partisipasi warga," kata Sulhy.

Dalam memimpin Jakarta, menurut Sulhy, Anies juga menunjukkan tekad dan komitmennya yang kuat.

"Hasilnya memang belum sempurna. Tapi rakyat Jakarta berharap pembangunan ini terus berlanjut yang pada akhirnya memberikan imbas besar bagi peningkatan kesejahteraan dan kemajuan kota. Yang terpenting hasilnya dapat dirasakan semua lapisan tanpa pandang bulu," ungkap Sulhy.

Memasuki tahun keempat kepemimpinannya, Sulhy berharap Jakarta bisa makin lebih baik. Apalagi Anies sudah memiliki pendamping, Ahmad Riza Patria alias Ariza.

Meski demikian, kata Sulhy, ada tiga sorotan JMN terhadap Anies Baswedan.

Pertama, perbaikan komunikasi politik dan penguatan kebijakan daerah dengan partner pemerintahan daerah yaitu DPRD dan partai politik.

"Peran membangun komunikasi lintas fraksi DPRD dan pimpinan parpol ini sangat cocok apabila diselenggarakan kembali dalam bentuk minum kopi pagi, siang atau malam. Pak Gubernur beserta jajaran secara aktif bersilaturahmi dengan DPRD, sekaligus pimpinan parpol tingkat provinsi. Selanjutnya Pak Anies bisa menyerahkan tindak lanjutnya kepada Bang Ariza selaku Wagub yang memiliki kapasitas politisi tangguh dan jam terbang tinggi," saran Sulhy.

Kedua, penguatan BUMD. Ini bisa dilihat rontoknya beberapa BUMD akibat terdampak pandemi Covid-19.

"Beberapa BUMD DKI porak poranda karena hanya mengandalkan PMD untuk menghidupi jalannya perusahaan. Kini saatnya Pak Gubernur beserta Wagub mengevaluasi secara komprehensif kinerja para direksi dan komisarisnya," pinta Sulhy.

"Jangan-jangan kalau pandemi berlanjut banyak BUMD yang gulung tikar dan apabila tidak diawasi direksi dan komisarisnya makan gaji buta tanpa mencari solusi," sambungnya.

Ketiga, jemput prioritas pembangunan. Artimya, selain serius menekan pandemi Covid 19, Anies juga fokus memperhatikan persoalan utama Jakarta, yaitu banjir, macet dan polusi udara.

"Khusus banjir, Pak Anies dan Bang Ariza harus segera melakukan monitoring dan evaluasi sambil melakukan penanggulangan yang bisa didukung APBD 2020. Ingat sekarang sudah masuk musim hujan," terang Sulhy.

Sulhy juga mendorong Anies melanjutkan komunikasi dengan pemerintah pusat soal pembangunan sarana dan prasarana fisik penanggulangan banjir di banyak aliran sungai. Terutama yang menjadi tanggung jawab pemerntah pusat.

"Kami berkeyakinan dengan kekompakan gubernur dan wagub, tiga sorotan JMN sebagai evaluasi 3 tahun kepemimpinan, Pak Anies akan bisa mengatasi dan merealisasikan 23 janji kerja secara paripurna," tutup Sulhy.[dod]

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00

Bangunan Ruko Di Cideng Ambruk

Bangunan Ruko Di Cideng Ambruk

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2020 , 17:03:00