Anggota DPRD Jangan Asal Jeplak Kritik Anies 3 Tahun Pimpin DKI

Megapolitan  JUM'AT, 16 OKTOBER 2020 , 20:32:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Anggota DPRD Jangan Asal Jeplak Kritik Anies 3 Tahun Pimpin DKI

Anies Baswedan/Ist

Hari ini, Jumat (16/10), tepat tiga tahun Anies Baswedan memimpin Pemprov DKI Jakarta langsung dibanjiri bullyan dari sejumlah fraksi DPRD DKI.

Sayangnya para politisi Kebon Sirih tersebut mengkritisi Anies tanpa dilengkapi data dan fakta yang akurat.

"Kritik itu kan harus berdasarkan data dan fakta. Selama satu tahun ini apa yang sudah dikerjakan DPRD? Berapa Perda yang disahkan? Apakah Perda itu untuk kepentingan rakyat? Kalau kritik itu jangan asal jeplak?" sindir aktivis 98 Agung Nugroho kepada wartawan, Jumat (16/10).

Agung menginyatkan, jangan hanya gara-gara pokok pikiran (Pokir) yang belum bisa terlaksana, lalu DPRD menyerang Anies secara membabi buta.

"Harusnya anggota Dewan terhormat itu juga turun ke rumah sakit. Lha, waktu demo dan halte Transjakarta banyak terbakar aja nggak ada yang muncul, pas sudah reda baru teriak-teriak," sindir Agung.

Ketua Umum Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia ini menyatakan, tahun ketiga memimpin Jakarta, Anies Baswedan adalah rintangan terberat.

"Kalau secara keseluruhan tiga tahun dipimpin Anies di bidang kesehatan sudah oke," kata salah satu inisiator Lingkar Aktivis Jakarta (LAJ) ini.

Hasil survei Rekan Indonesia di 33 provinsi, kata Agung, DKI Jakarta justru menjadi yang paling siap melakukan terobosan dalam penanggulangan penyebaran pandemi Covid-19.

"Tiga tahun kepemimpinan Anies adalah tahun terberat karena mewabahnya Covid- 19. Tapi Anies memiliki komitmen dan konsern yang tinggi terhadap keadilan sosial bagi warganya dengan tetap mengutamakan prinsip keselamatan warga agar selamat dari Corona," ungkap Agung.

Agung menuturkan, terobosan yang dilakukan adalah dengan melakukan penambahan ruang isolasi memanfaatkan rumah sakit swasta dan hotel sebagai ruang isolasi. Kemudian penambahan tenaga kesehatan dan penyediaan obat-obatan bagi warga DKI yang terpapar Covid-19.

"Pemprov DKI juga terlihat serius menekan angka positif Covid-19 dengan model PSBB yang terarah dan terukur. Upaya itu juga disertai dengan tracing dan tes swab yang luas serta massif sehingga ibu kota memiliki angka yang pasti terhadap pasien Corona," terang Agung.

Langkah maju lainnya, menurut Agung adalah penyediaan nomor telepon gratis 119 untuk akses ambulans jenazah serta pengadaan ambulans jenazah air di Kepulauan Seribu.

Meski demikian, Agung melanjutkan, ada beberapa pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan Anies dalam membenahi ibukota. Salah satu yang mendesak adalah meningkatkan kelas untuk RSUD tipe A.

Lalu, penanganan kesehatan dengan preventif dan promotif yang berbasis partisipasi aktif warga.

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta saat ini, ibukota memiliki 32 rumah sakit daerah (RSUD).[dod]

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00

Bangunan Ruko Di Cideng Ambruk

Bangunan Ruko Di Cideng Ambruk

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2020 , 17:03:00