Soal 23 Janji Kampanye Anies, FPPJ: Ada Prosesnya, Paham Dong!

Megapolitan  SABTU, 17 OKTOBER 2020 , 11:09:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Soal 23 Janji Kampanye Anies, FPPJ: Ada Prosesnya, Paham Dong!

Endriansah/Ist

Tiga tahun sudah Gubernur Anies Baswedan memimpin DKI Jakarta. Selain prestasi, selama kepemimpinannya diwarnai kontroversi. Bahkan secara kebijakan kerapkali berseberangan dengan pemerintah pusat.

Anies dilantik bersama Sandiaga Uno pada 16 Oktober 2017 setelah menang dalam Pilgub 2017. Di Pilkada Anies memiliki 23 janji kampanye.

Di tengah jalan, Sandi memutuskan mundur sebagai wakil gubernur pada Agustus 2018 karena maju Pilpres 2019. Jabatan wakil gubernur DKI Jakarta kemudian diisi oleh politikus Gerindra, Ahmad Riza Patria, pada April 2020. 

Selama tiga tahun itu, Anies telah berhasil menorehkan sederetan prestasi. Misalnya kemajuan di bidang transportasi. Kemudian penyediaan rumah DP 0 Rupiah, penggratisan pajak bumi dan bangunan (PBB), kebudayaan, dan revitalisasi trotoar.

Anies mengaku telah merevitalisasi trotoar sepanjang 134 km selama dua tahun menjabat. Pembangunan itu disebut akan memanjakan pejalan kaki.

Program lainnya yakni trotoar untuk pedagang kaki lima (PKL). Sejak masa kampanye, Anies memang membolehkan PKL.

Anies berkomitmen bahwa PKL tidak dilarang, tapi harus diatur. Komitmen ini salah satunya dibuktikan dengan keputusan Anies membolehkan PKL berdagang di trotoar Tanah Abang.

Selanjutnya revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM). Revitalisasi ini awalnya sempat menuai kontroversi karena ditolak oleh Forum Seniman Peduli TIM.

Memasuki tahun ketiga kepemimpinannya, Anies dihadapkan dengan masalah yang begitu kompleks dan berat, yakni pandemi Covid-19.

Ketua Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) Endriansah alias Rian mengatakan, tidak ada kepala daerah dimanapun yang bicara masalah janji kampanye langsung terealisasi secara instan.

"Semua butuh proses dalam pelaksanannya. Paham dong. Nggak ada kepala daerah yang bisa sim salabim," kata Rian melalui keterangan tertulis, Sabtu (17/10).

Rian juga mengingatkan bahwa saat ini jagat dunia sedang direpotkan dengan pandemi Covid-19, termasuk DKI Jakarta.

"Semua negara berfokus untuk mengatasi wabah ini. Kita harusnya berpikir realistis juga dong. Semua sedang gimana caranya wabah Covid-19 ini bisa hilang," kata Rian.

Berbicara masalah 23 janji kampanye Anies, menurut Rian, dipastikan membutuhkan anggaran yang besar.

"Jadi saya rasa kurang pas kalau semua sedang fokus untuk membasmi Covid-19, ada yang berbicara masalah janji kampanye," ungkap Rian.

Karenanya Rian mendorong Pemprov DKI untuk fokus dulu menekan penularan wabah Covid-19 agar semuanya bisa kembali normal dan memulihkan perekonomian di DKI Jakarta.

"Terakhir, semoga kursi Sekda yang kosong dapat segera terisi sehingga lebih memaksimalkan lagi kinerja Pemprov DKI Jakarta, agar semua masyarakat bisa menikmati program-program unggulan Anies," pungkas Rian.[dod]

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00

Bangunan Ruko Di Cideng Ambruk

Bangunan Ruko Di Cideng Ambruk

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2020 , 17:03:00