Survei Indikator Politik Indonesia: Mayoritas Publik Ingin PSBB Dihentikan

Megapolitan  MINGGU, 18 OKTOBER 2020 , 16:15:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Survei Indikator Politik Indonesia: Mayoritas Publik Ingin PSBB Dihentikan

Survei Indikator Politik Indonesia/Ist

Pemerintah mengambil langkah dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya dalam penanganan Covid-19,

Namun seiring dengan penerapan yang terus diperpanjang, mayoritas publik belakangan menghendaki PSBB dihentikan. Demikian hasil survei yang dirilis Indikator Politik Indonesia terkait mitigasi dampak Covid-19 terhadap tarik-menarik Kepentingan Ekonomi Dan Kesehatan.

"Mayoritas publik tetap menghendaki PSBB dihentikan meski mengalami pelemahan, menjadi sekitar 55% dari 60,6% pada temuan sebelumnya," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam paparannya yang disiarkan secara daring, Minggu (18/10).

Burhan menjelaskan, pada bulan September, ada sedikit penguatan atas dukungan terhadap keberlanjutan PSBB, sebaliknya, PSBB dihentikan cenderung melemah. Namun secara statistik tidak signifikan.

"Jadi tampak aspirasi publik terkait PSBB dalam dua bulan terakhir tidak berbeda signfikan, warga secara signifikan lebih menginginkan PSBB dihentikan saja," ungkapnya.

Pergeseran persepsi publik justru tampak signifikan antara prioritas pada isu kesehatan atau isu ekonomi.

Pada temuan sebelumnya, terjadi perubahan signifikan di mana antara isu kesehatan dan isu ekonomi menjadi lebih berimbang.

Sementara kali ini tampak kembali lagi pada temuan awal, yaitu prioritas kesehatan signifikan lebih dominan ketimbang perekonomian.

Hampir seluruh warga menilai persoalan Covid-19 mengancam bagi kesehatan dan perekonomian baik nasional maupun pribadi.

"Meski hampir semua warga merasa terancam, dan mayoritas menilai isu kesehatan merupakan prioritas, tapi mayoritas juga menilai kebijakan PSBB bisa dihentikan," pungkasnya.

Untuk diketahui, sebanyak 1.200 orang menjadi sampel responden dan diwawancara melalui telepon. Survei dilakukan pada 24 September hingga 30 September 2020. Margin of error sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.[dod]

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Kopassus-Koopsus TNI Gelar Olahraga Bersama Di Makopassus Cijantung
Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00