Pria Diduga Cucu Konglomerat Terpidana Narkoba Jogging Dikawal PJR, Begini Penjelasan Polisi

Hukum  MINGGU, 18 OKTOBER 2020 , 14:51:00 WIB | LAPORAN: AZAIRUS ADLU

Pria Diduga Cucu Konglomerat Terpidana Narkoba Jogging Dikawal PJR, Begini Penjelasan Polisi

Repro

Sebuah potongan video viral di jagat media sosial, video tersebut memperlihatkan tiga pria tengah joging di Denpasar, Bali, dengan pengawalan mobil Patroli Jalan Raya (PJR).

Disebut-sebut, salah satu pria tersebut adalah Richard Muljadi, cucu konglomerat Indonesia yang sempat terjerat kasus narkoba. Padahal Richard divonis 1 tahun 6 bulan di PN Jakarta Selatan pada Februari 2019.

Alhasil, akibat viral, Polda Bali turun tangan terkait beredarnya video tersebut. Saat ini, Propam tengah memproses anggota yang mengawal joging.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Syamsi mengatakan, saat ini anggota yang melakukan pengawalan tersebut sudah diperiksa Propam Polda Bali.

"Diduga melanggar standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan," kata Kombes Syamsi kepada wartawan, Minggu (18/10).

Kombes Syamsi juga menyebutkan belum mengetahui siapa yang dikawal oleh mobil PJR tersebut.

Richard Muljadi ditangkap pada medio 2018 silam, kala itu ia ditangkap di dalam toilet Restoran Vong di kawasan SCBD Jakarta Selatan, pada Rabu (22/8/2018) dini hari. Richard diduga telah mengisap kokain yang disimpannya di atas layar ponsel iPhone X dan dolar Australia.

Richard diciduk oleh perwira menengah Kombes Herry Heryawan yang kebetulan sedang berada di restoran yang sama dengan Richard. Saat itu Herry curiga dengan perilaku Richard di toilet, alhasil saat diperiksa ditemukan bekas kokain di layar ponsel Richard, seketika itu juga Richard digelandang ke Polda Metro Jaya.

Selain menangkap Richard, Herimen diketahui juga menjadi aktor sentral dalam pengungkapan penyelundupan 1 ton sabu di Pantai Anyer, pada (13/7/2017) yang membuat gempar Tanah Air. Pengungkapan ini pula menjadi atensi Kapolri dengan memberikan kenaikan pangkat luar biasa bagi personel yang terlibat penangkapan.

Capaian ini tak lepas dari peran Herimen yang saat itu masih menjabat Kapolresta Depok sekaligus menjadi Wasatgas narkoba.

Bersama Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta, Herimen melakukan operasi selama dua bulan dan berhasil menggagalkan penyelundupan sabu dari Tiongkok yang dibawa oleh jaringan Taiwan.

Terjun langsung ke lapangan sepertinya tak bisa dilepaskan oleh sosok berlatarbelakang reserse ini. Lulusan Akpol 1996 ini juga adalah polisi yang menangkap langsung preman kakap Hercules dan John Kei, mereka dipaksa mendekam di tahanan lewat tangan dingin Herimen dalam memberantas aksi premanisme.

Melihat lebih ke belakang, Herimen juga pernah menjabat beberapa posisi. Seperti halnya Kepala Detasemen Khusus Anti Teror Polda Kepri. Ia juga mendapat kepercayaan untuk menjadi tim dalam penangkapan operasi terorisme Abu Bakar Baasyir di Jawa Barat.

Perwira menengah Polri itu kini menjabat sebagai Direktur Penindakan Detasemen 88 (Densus 88) Antiteror Polri. []

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Kopassus-Koopsus TNI Gelar Olahraga Bersama Di Makopassus Cijantung
Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00