Cegah Ngaco Berulang, DPRD DKI Disarankan Bimtek Ulang

Politik  MINGGU, 18 OKTOBER 2020 , 15:13:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Cegah Ngaco Berulang, DPRD DKI Disarankan Bimtek Ulang

Bestari Barus/Net

Dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik atau media massa, para politisi DPRD DKI Jakarta dinilai sering salah data. Terlebih saat mengkritik Gubernur DKI Anies Baswedan.

Demikian dikatakan politisi senior Partai NasDem DKI Jakarta, Bestari Barus kepada wartawan di Jakarta, Minggu (18/10).

"Kalau mengkritik salah data tentunya malu-maluin," kata Bestari.

"'Bagaimana mau menilai kinerja eksekutif dan mengawal pembangunan dengan benar kalau data mereka ngaco," sambungnya.

Diketahui, beberapa fraksi menuding kinerja Anies dalam memimpin Jakarta selama tiga tahun kurang baik.

"Kritik dan saran dari DPRD banyak yang tidak berdasar pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Saerah (RPJMD)," ungkap Bestari.

Bastari menyarankan DPRD kembali melakukan bimbingan teknis (Bimtek) ulang agar tidak membuat blunder.

"Bimtek ini agar para dewan mampu memberikan masukan, pengawasan dan menjalankan fungsi penganggaran sesuai dengan RPJMD yang sudah ditetapkan," kata Bestari.

Mantan Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta ini juga menuding saat ini banyak anggota dewan yang terkesan melakukan kritik hanya berdasarkan keinginan hati pribadinya saja.

"Misalnya soal Covid-19 saat muncul PSBB ketat. Banyak kritik dewan hanya asumsi dan kondisi perasaannya saja. Kebijakan PSBB ketat oleh Anies sudah berdasarkan analisa medis dan data yang berkembang dengan mempertimbangkan hidup masyarakat," terang Bestari.

"Secara umum kita tidak bisa menjadikan tiga tahun pemerintahan ini menjadi ukuran penilaian karena pembangunan itu berkelanjutan. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK menandakan pengelolaan keuangan era Anies baik. Gubernur sebelumnya (Ahok-red) nggak ada tuh WTP," tegas Bastari.

Sementara politisi senior Golkar Jakarta, Ashraf Ali menilai, dalam konteks kinerja Anies Baswedan sudah mulai terlihat.

"Sebenarnya kinerja Anies sudah mulai terlihat. Soal banjir, Anies sudah melakukan gerakan nyata dan buktinya titik banjir Jakarta sudah berkurang," kata Ashraf Ali.

Persoalan banjir, kata Ashraf, memang sulit diatasi selagi tidak ada pembenahan di kota penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek).

"Kalau banjir kiriman kan sulit ditolak, namanya juga dikirim. Solusinya adalah Bodetabek dibenahi," ucap Ashraf.

Menurut Ashraf, Anies itu latar belakangnya intelektual. Jadi gayanya membangun itu berdasarkan konsep lalu kerja dan bergerak.

Ashraf lantas mencontohkan pelebaran trotoar di Cikini dan kawasan Sudirman-Thamrin.

"Manfaatnya kini sudah dipakai pejalan kaki. Cara ini untuk memaksa orang jalan kaki. Bisa cek kalau pagi dan sore orang kantoran banyak yang jalan kaki," ungkap mantan Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI ini.

Wakil Ketua DPD Golkar DKI Jakarta ini melanjutkan, Anies juga sudah berbuat untuk melakukan pembenahan transportasi publik.

"Dia juga menyelesaikan MRT dan membenahi busway. Dan ada Jak Linko yang sangat membantu masyarakat, sopir dan pengusaha angkutan," kata Ashraf.[dod]

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Kopassus-Koopsus TNI Gelar Olahraga Bersama Di Makopassus Cijantung
Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00