Survei Indikator Politik Indonesia: 55 Persen Responden Sebut Ekonomi Nasional Buruk

Politik  MINGGU, 18 OKTOBER 2020 , 15:53:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Survei Indikator Politik Indonesia: 55 Persen Responden Sebut Ekonomi Nasional Buruk

Burhanuddin Muhtadi/Net

Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil temuan survei terhadap Mitigasi Dampak Covid-19 terkait Tarik-menarik Kepentingan Ekonomi Dan Kesehatan.

Secara umum, survei yang dilakukan ini untuk mengetahui kepuasan warga terhadap kebijakan pemulihan ekonomi yang digagas pemerintah dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, mayoritas responden menilai 55 persen keadaan ekonomi nasional buruk dan 10,3 persen sangat buruk.

"Persepsi terhadap kondisi ekonomi nasional terburuk sejak tahun 2004. Pada temuan yang lalu tampak perlahan cenderung membaik dibanding dua bulan sebelumnya. Saat ini perbaikan masih belum banyak terjadi, tapi persepsi negatif tampak konsisten menurun," kata Burhan dalam paparannya yang disiarkan secara daring, Minggu (18/10).

Selanjutnya kondisi ekonomi rumah tangga juga tampak belum menunjukkan perbaikan. Meski begitu pendapatan rumah tangga konsisten menunjukkan ke arah perbaikan.

Hal itu ditunjukkan dengan semakin banyak yang pendapatannya mulai pulih kemungkinan karena kelompok yang mengalami PHK tidak semakin banyak, dan yang sementara dirumahkan sudah tampak mulai aktif bekerja kembali.

"Ini sangat penting, karena mayoritas kelompok yang mengalami penurunan pendapatan merasa kesulitan terberat atas penurunan pendapatannya adalah kebutuhan untuk makan sehari-hari sebesar 55 persen," kata Burhan.

Untuk diketahui, survei Indikator Politik Indonesia dilakukan pada periode 24 hingga 30 September 2020. Jumlah sampel sebanyak 1200 responden dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada rentang Maret 2018 hingga Maret 2020.

Adapun metode yang digunakan yakni dengan asumsi metode simple random sampling dengan memiliki toleransi kesalahan (margin of error--MoE) sekitar ±2.9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Mengingat kondisi sedang pandemi maka survei dilakukan menggunakan kontak telpon kepada responden. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.[dod]

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Kopassus-Koopsus TNI Gelar Olahraga Bersama Di Makopassus Cijantung
Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00